Monthly Archives: September 2010

Makna Upacara Otonan

Di dalam agama Hindu ada upacara yang disebut dengan upacara Otonan. Di dalam Panca Yadnya, upacara ini termasuk dalam Manusa Yadnya yaitu upacara yang dilakukan untuk manusia. Upacara otonan bisa diibaratkan semacam peringatan hari ulang tahun (peringatan kelahiran).

Upacara otonan dilakukan setiap 210 hari sekali (6 bulan Hindu, 1 bulan Hindu = 35 hari). Hal ini berdasarkan perhitungan Saptawara (Redite, Soma, Anggara, Buda, Wraspati, Sukra, Saniscara), Pancawara (Umanis, Paing, Pon, Wage, Kliwon), dan Wuku yang jumlahnya 30 (1 wuku berlaku untuk 1 minggu / 7 hari). Jadi misalnya hari lahir seseorang adalah Soma Paing, wuku Menail, maka Otonan-nya akan diperingati Baca lebih lanjut

Upacara Potong Gigi/Mesangih

Acuan

Sumber sastra mengenai upacara potong gigi adalah lontar Kala Pati, kala tattwa, Semaradhana, dan sang Hyang Yama. Dalam lontar kala Pati disebutkan bahwa potong gigi sebagai tanda perubahan status seseorang menjadi manusia sejati yaitu manusia yang berbudi dan suci sehingga kelak di kemudian hari bila meniggal dunia sang roh dapat bertemu dengan para leluhur di sorga Loka. Lontar Kala tattwa menyebutkan bahwa Bathara Kala sebagai putra Dewa Siwa dengan Dewi Uma tidak bisa bertemu dengan ayahnya di sorga sebelum taringnya dipotong. Oleh karena itu, manusia hendaknya menuruti jejak Bathara kala agar rohnya dapat bertemu dengan roh leluhur di sorga. Baca lebih lanjut

Banten Saiban Dari Nasi Magic Jar/Rice Cooker

Sesuai dengan sifat agama Hindu yang “sanatana”, maka perubahan atau perkembangan apapun yang terjadi pada setiap zaman, praktek keagamaan umat Hindu akan selalu dapat beradaptasi. Apalagi jika berkaitan dengan hal-hal yang bersifat materi/kebendaan, ajaran agama Hindu tidak diterapkan secara kaku. Sepanjang tetap berpijak pada esensi yang hakiki dari ajaran agama Hindu, apapun benduk perubahan yang berhubungan dengan “kulit luar”, dapat diterima dan dibenarkan. Sesungguhnya hanya menyangkut soal “waktu” dan “etika”.
Sebelum munculnya alat masak/penghangat makanan seperti rise cooker dan juga magic jar, secara konvesional setiap keluarga Hindu akan menghaturkan “banten saiban” begitu selesai menanak nasi dan memasak sayur plus lauk. Baca lebih lanjut

Belajar Dari Cerita Ilmu Jambu

Ada sebuah cerita disebuah asrama, pada suatu saat datang seorang sisya ke seorang guru. Dengan rendah hati sang sisya memohon agar sang guru mengajarkan akan teori karma kepadanya. Oleh sang guru sisya tersebut diminta untuk menanam sebutir biji jambu klutuk di halaman asram, kemudian ia diminta kembali setelah lima tahun.
Lima tahun berlalu dan sang sisya kembali kegurunya. Oleh gurunya sang sisya dipersilahkan melihat biji jambu yang pernah ditanamnya lima tahun yang lalu, kemudian melaporkan kepada sang guru apa saja yang telah terjadi selama ini dengan tanaman tersebut. Sejenak kemudian sang sisya kembali dan melaporkan bahwa telah tumbuh sebatang pohon jambu yang amat sehat, kokoh dan berbuah amat lebat.
Sang guru: “apa saja yang telah dikau pahami mengenai pohon jambu tersebut?”
Sisya: “ Pohon tersebut telah tumbuh subur dan penuh dengan buah jambu yang ranum.”
Sang guru: “ baiklah kalau begitu, harap kembali lagi setelah lima tahun.”
Sisya ini kebingungan, Baca lebih lanjut

Keistimewaan Sapi Dalam Agama Hindu

Sapi adalah hewan yang sangat disakralkan oleh umat Hindu. Menurut ajaran agama Hindu, Sapi merupakan lambang dari ibu pertiwi yang memberikan kesejahteraan kepada semua makhluk hidup di bumi ini.
Ada perbedaan istilah antara  “menghormati” dan “memuja”. Ajaran agama  Hindu memang  memperlakukan sapi secara istimewa untuk menghormati sapi, tetapi bukan untuk memujanya. Agama Hindu hanya memuja satu Tuhan, “eko narayanan na dwityo sti kascit” tapi menghormati seluruh ciptaanTuhan, terutama yang disebut “ibu”. Dalam tradisi Hindu dikenal beberapa entitas yang dapat disebut sebagai ibu yang harus kita hormati, yaitu;
Baca lebih lanjut